Lebih Baik Berbicara Sedikit Apa Berbicara Banyak Sih? - bentar dulu bray bentar, sebelum kita bahas ke judul, gua mau share sedikit. Kemarin ada yang kirim ke email gua bray, katanya "bang gambar-nya jangan dispoiler donk, saya kalo dari handphone harus load dulu buat lihat gambarnya, saya suka banget lihat artikel abang, enak dibacanya.
Emang bener ya bray kalo dilihat dari handphone saat membuka spoiler gambar jadi seperti itu? kalo bener mulai dari sekarang gua kayanya ngak pake spoiler lagi bray, oiya terimakasih nih yang udah kirim email, support yang bagus :D
Oke kita sekarang bahas kejudul bray. Hehee emang gua akuin bray cara terbaik buat melatih otoritas adalah dengan menutup mulut kita ya bray, kalo menurut gua bray banyak banget orang yang punya anggapan keliru bray tentang "orang terpandai diruangan adalah orang yang berbicara paling banyak" Dan "Siapapun yang memonopoli mikrofon pasti seorang pemimpin?" hem bagi gua itu keliru bray.
Kalo dari segi pandang gua setelah gua selesai kuliah, alhamdulilah gua dapat banyak tahu tentang study leadership enterpleneur,dan ditambah lagi sedikit dari pengetahuan yang gua dapet dari informasi dari Internet, dan saatnya gua simpulkan bray, gua disini coba tumpahin informasi2 yang gua dapet, semoga bisa berguna dan bermanfaat buat kita semua yo.
Sebenarnya bray kalo pemimpin yang sesungguhnya bukan orang yang berbicara paling banyak bray, tapi orang yang harus berbicara paling sedikit, ini menurut segi pandang gua bray.
Pendapat gua itu kalo misalnya kita dalam keadaan acara rapat atau presentasi ya bray, jadi gini bray, ketika kita berada di posisi sebagai pemimpin dan kita ingin banget dah tuh nunjukin citra kepercayaan diri kita dan kematengan kita, tapi kita jangan ambil sikap dulu bray, kita tahan dulu bray, kita perhatiin dulu bray dengan seksama apa yang orang lain katakan, dan tapi kita tetap tutup mulut dulu bray.
Disini gua mau coba memberikan strategi ya bray. Kita biarin dulu tuh bray orang lain berbicara banyak atau sampe kehabisan bensin, dan setelah begitu tiba saatnya kita berbicara, nanti kata2 kita akan mengandung otoritas maksimum bray, dari pada kita tergesa-gesa bray mengambil keputusan dan ketentuan, lebih baik kita serap dulu tuh bray informasi sebanyak mungkin, coba dah bray kita pikir sangat baik bukan bray kalo kita ngak berbuat kesalahan ketimbang kita berbicara banyak tapi membuat kesalahan, dan kadang kita bisa menemukan solusi terbaik bray terhadap suatu masalah yang dibicarakan apabila kita menserap dulu informasi tersebut.
Emang ane akuin bray bisa menghabiskan banyak waktu kalo kita banyak menyimak pandangan orang lain sebelum kita membentuk pandangan kita sendiri, jadi kita usahakan bray berbicara paling akhir dalam suatu rapat, nah setelah itu barulah bray kita berbicara, soalnya kan kita udah banyak tau dan mengumpulkan segala informasi, baru dah giliran kita, kalo menurut gua si itu cara efektif bray buat nonjolin kepemimpinan kita.
Emang bray kadang didalam percakapan kita sehari-hari, sebagian orang ngak bisa menunggu untuk berbagi pandangan mereka seperti topik film, olahraga, musik, makanan, dan banyak lagi, emang si bray dalam percapakan sehari-hari, memilih kata-kata yang akan diucapkan dengan berhati-hati ngak begitu penting, tapi kalo saat kita berperan sebagai pemimpin didunia bisnis, aturan mendasar berubah drastis bray.
Dan ada lagi bray anggapan yang keliru lagi, coba dah bray pernah ngak lu bray kadang2 kita bingung tentang hubungan antara pertanyaan dan jawaban? maksudnya gini bray, ketika saat pemimpin kita melontarkan pertanyaan, sebenarnya bukan berarti dia ngak yakin atau bingung bray, tapi malah sebaliknya bray, kalo pemimpin yang melontarkan pertanyaan sangat paham bray karena mereka berniat membuat keputusan sebaik mungkin bray, dan pastinya dia membutuhkan informasi agar hal itu benar2 terjadi bray.
Kalo menurut gua bray, pemimpin terbaik itu belajar melontarkan banyak pertanyaan untuk sampe pada akar masalah bray. Soalnya bray mayoritas keputusan kepemimpinan sebenarnya menjadi jelas begitu manajer mendapatkan cukup fakta tentang situasi bray.
Misalnya gini bray, kalo suatu proyek melampaui batas tenggat dan ngak seorangpun yang sepertinya tahu sebabnya, kita jangan hanya bertanya "Siapa yang bertanggung jawab?" tapi kita coba telusuri dulu deh bray urutan kejadian, kita lihat bray, apakah ada masalah lebih besar dibalik pekerjaan yang ngak kita bisa selesain.
Kalo misalnya kita menemukan informasi yang kita perlukan, kita terapkan bertindak lugas bray, kalo menurut gua bray, pemimpin yang efektif bisa membuat keputusan dengan penuh percaya diri bray, kalo sikap hati2 yang terlalu berlebihan, bisa menimbulkan efek rendah kita bray sebagai pemimpin.
Oh ya bray, ini bukan berarti kita ngak akan berubah pikiran, tapi kalo pun ada bray, usahakan perubahannya sedikit dan sejarang mungkin bray, dan dalam kondisi benar2 menuntut perubahan itu bray. Kalo aja pemimpin menarik kembali keputusannya, pasti akan selalu ada efek domino bray, soalnya kita udah pernah meragukan keputusan kita, anggota tim kita-pun pasti bisa meragukan keputusan kita yang berikutnya bray.
Apalagi saat kita baru dipromosikan atau baru bergabung di organisasi baru, kita jangan cemas bray kalo kita kadang2 harus berpura-pura tahu apa yang akan kita lakuin, kalo menurut gua bray kepemimpinan itu seperti sistem coba-coba, buku dan kursus emang si bisa membantu, tapi kepemimpinan sejati [waelah sejati :D] adalah kemahiran yang didapat dari pengalaman, intinya ini masalah mengetahui bagaimana berkomunikasi yang baik dan menonjolkan rasa percaya diri menurut kemampuan kita sendiri, emang perlu latihan :D.
Dunia ini sungguh aneh , orang yang banyak berbicara justru mendapatkan kesempatan yang lebih luas mengenai karir-nya, jadi seakan-akan orang banyak omong itu terkesan seperti PINTAR, ya memang betul PINTAR tetapi pintar dalam MENJUAL IDE mereka, sehingga hampir pasti orang yg tidak pintar pun asalakan bisa ngomong maka stigma yang akan melekat pada dirinya bisa jadi "PINTAR".
Pilihannya cuma satu pintar berkomunikasi dan sekaligus pintar segalanyaInget bray kita semua punya pendapat masing2 bray, itu menurut segi pandang gua bray, emang kadang kita bisa aja bray berbeda pandangan, hohoo soalnya gua sering bray berbeda pandangan, intinya gua ambil yang bener dan baiknya aja, ya ngak bray :D
Oke deh bray, gua tutup postingan sampe disini ya bray, semoga bisa berguna dan bermanfaat bray, Kalo misalnya Suka post-nya? Punya Opini? Komentarin Deh bray!!!




